Hidup seperti layaknya emosi manusia. Kadang baik, kadang buruk. Kadang positif, kadang pula negatif. Semua kembali pada bagaimana manusia memahami sesuatu. Begitu pula dalam memahami kebahagiaannya. Ada yang menganggap kebahagiaan bisa diperoleh dalam persahabatan, pesrsaudaraan, keluarga, ataupun tulisan.

Melalui Seminar Nasional Psikologi Islam yang diadakan pada hari minggu, (11/3) dengan tema “The Way to Get The True Happiness” dijelaskan bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan mudah. Yaitu dengan Al-Fatihah. Surat pertama dalam Al-Qur’an yang kita (red: muslim) baca minimal 17 kali dalam sehari ini bermakna cukup dalam.

Selaku pemateri pada seminar kali ini, Eko Hardi Ansyah SPsi MPsi Psikolog, menjelaskan bahwa manusia semestinya memiliki 3 dimensi perasaan, bahagia, tidak marah, dan semangat belajar yang tertuang dalam ayat ke 7 surat Al-Fatihah. “Orang yang memiliki perasaan-perasaan tersebut bisa dikatakan sehat mental,” ungkapnya.

Seminar yang diadakan di Kampus 4 Umsida jl. Raya lebo no 4 pilang yang terletak di daerah Wonoayu ini dengan diikuti oleh mahasiswa kurang lebih 300 mahasiswa umsida maupun juga ada yang dari luar Umsida, lebih lanjut membahas tentang bagaimana kebahagiaan bisa diperoleh dengan mudah dan sederhana. Oleh pemateri yang juga sekaligus Dekan Fakultas Psikologi Umsida ini dijelaskan bahwa 3 perasaan ini merupakan jawaban dari ayat sebelumnya dalam surat Al-Fatihah, dengan terjemahan, “Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus”.

Memahami sesuatu tidak melulu tentang kenapa dan mengapa sesuatu itu terjadi. Semua itu harus dibarengi dengan perasaan bahagia yang senantiasa menyertainya. Salah satunya dengan membaca, memahami serta mengimplementasikan kandungan dalam surat Al-Fatihah. (Mega/NAG).