Globalisasi dan kecanggihan teknologi saat ini membuat dua hal yang tak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi. Saat ini kecanggihan teknologi begitu melekat dalam diri setiap anak lintas usia, seolah teknologi tak mengenal batas dan waktunya. Tiap waktu ia berkembang begitu pesat membawakan angin segar namun juga badai bagi yang terjerumus dipusaranya. Dan mereka yang sangat mudah terpengaruh adalah generasi- generasi yang hidup didalam zaman now ini.

Tidak semua orang menyadari bahaya akan dampak buruk tersebut bagi anak anak, untuk itu fakultas psikologi Umsida menyelenggarakan sebuah kuliah tamu revitalisasi psikoterapi islam, dengan tema membangun karakter generasi jaman now. Kali ini Fakultas Psikologi menggandeng Dr Khoirudin Bashori sebagai pemateri pada (7/4/18)

Acara yang digelar mulai pukul 13.00- 16.00 WIB di aula Kiai Haji Ahmad Dahlan lantai 7 kampus 1 tersebut dihadiri oleh mahasiswa semester 4 dan enam serta lintas fakultas di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dalam kesempatan itu pula dekan fakultas psikologi Eko Hardiansyah menjadi moderator acara. Khoirudin Bashori mengatakan bahwa psiko terapi islam merupakan proses perawatan gangguan kejiwaan dan kerohanian dengan menggunakan metode dan teknik yang didasari oleh Al-qur’an dan Assunnah.

Lelaki bercucu tiga itu mengatakan bahwa gadget dapat membawa pengaruh yang tidak baik bagi anak ketika orang tua tidak dapat mengantisipasinya. Perilaku menggunakan gadget, game dan sebagainya juga dapat membuat seseorang mengalami gangguan diantaranya adalah kecanduan.dimana hal tersebut akan memunculkan budaya diatas tempat tidur karena semua diselesaikan hanya dengan menekan tombol- tombol didalam gadget. Hal tersebut pun akan mempengaruhi perkembangan anak. Termasuk kontent yang ia akses setiap harinya.

Untuk mengatasi hal tersebut maka orang tua harus faham mengenai teknologi, setidaknya mereka ikut mendampingi anak ketika mereka berhubungan dengan gadget. Terutamanya orang tua harus berperan sebagai teman jika ia ingin memasuki dunia anak- anak mereka.

Tentunya hal ini menjadi tantangan yang tidaklah mudah, khoirudin juga mengatakan bahwa tantangan terbesar akan dialami oleh orang tua dan guru karena teknologi dapat menghapus berbagai macam batas, teknologi pun mengharuskan seseorang untuk selalu update sehingga orang tua dan guru tidak akan tertinggal dari anak- anak mereka, karena anak lebih banyak tahu, sehingga orang tua maupun guru harus melibatkan diri dalam kehidupan online anak, orang tua pun harus dapat membedakan bagaimana anak yang menggunakan teknologi karena kesukaan atau kecanduan. Sehingga kuliah tamu ini sangat bermanfaat, dan menjawab berbagaimacam permsalahan yang terjadi selama ini. (Lintang/NAG).