Kabar gembiran kembali menyelimuti Fakultas Psikologi Umsida. Zahrotin Prasetyana berhasil menunjukkan prestasinya dibidang menulis dengan melahirkan sebuah buku tunggal dengan judul Au Revoir. Mahasiswi semester 5 saat ini membuat sebuah karya tunggal setelah berhasil masuk kedalam 28 naskah pilihan yang lolos seleksi dari 68 naskah yang masuk untuk diterbitkan oleh penerbit jejak publisher. Au Revoir akhirnya terbit pada pertengahan 2018. Kabar baik lainya baru saja hinggap di telinga Zahro pada 10/1/2019 ketika penerbit memberitahu bahwa novel tersebut juga lolos dalam seleksi Ipunas, sehingga bukunya bisa dibaca melalui Ipunas.

“Senang sekali karena bisa diterbitkan di jejak publisher, ada e-booknya juga bahkan sudah bisa dibaca di Ipunas. sangat bersyukur karena naskah saya bisa lolos seleksi dan diterbitkan. Kalau untuk susahnya sih lebih keperasaan sendiri saja ya, ada kekhawatiran karena nyeleseinya hanya 2 minggu di sela UTS dan tugas. Takut jelek dan mengecewakan,” ungkap Zahro dengan antusias.

Au Revoir sendiri menceritakan mengenai Vindra dan Viora yang kembali bertemu setelah bertahun-tahun terpisah. Uniknya mereka dipertemukan di sebuah persidangan kasus pembunuhan. Dalam persidangan tersebut vindra bertindak sebagai jaksa penuntut umum sedangkan Viora adalah dakwah yang sedang Vindra adili. Melihat keadaan Viora yang terpuruk, diam-diam sosok Vindra yang digambarkan zahro berusaha membuat Viora terbebas dari hukuman meski menyalahi tugasnya sebagai jaksa penuntut. Jalan yang mereka alami di tiap babnya semakin menegangkan dan menarik. Mungkin karena itulah penerbit akhirnya menjatuhkan hatinya pada karya mahasiswi penyuka K-Pop ini.

Ketika ditanya sejak kapan mulai menulis, penulis mengatakan bahwa ia sudah mulai menulis sejak semester 3. Dukungan orang tua serta teman juga sangat berperan dalam perjalananya sebagai penulis. “Awalnya saya tidak tertarik menulis tapi karena ada salah satu teman di kelas yang meracuni saya dengan ajakan menulis akhirnya saya tertarik dan ikut membuat tulisan. Intinya pesan yang ingin saya sampaikan itu jangan takut untuk mencoba, karena saat kamu gagal kamu hanya perlu memulai lagi dengan cara yang lebih cerdas seperti yang dikatakan oleh Henry Ford tersebut,” Ungkapnya mengkahiri perbincanganya.(Lintang/NAG)

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *