Meraih Medali Emas Kategori Psy-Movie dalam KIMPSI 2025

psikologi.umsida.ac.id — Pada tanggal 13 Desember 2025, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) berhasil meraih medali emas dalam ajang KIMPSI 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Jogja (UII Jogja).

Kompetisi ini merupakan sebuah ajang prestisius yang menguji kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan karya dalam bidang psikologi.

Dalam kategori Psy-Movie, tim dari UMSIDA yang terdiri dari lima mahasiswa: Erica Dwi Secilia, Amalia Dinda Oktavia, Reni Yolanda Rochmawati, Dhia Kesuma Q.R., dan M. Irsyad Syarifuddin, berhasil meraih juara pertama dengan karya film pendek yang mengangkat tema berat namun sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Proyek ini merupakan bukti bahwa tim Psikologi UMSIDA memiliki semangat dan dedikasi yang luar biasa.

Sebelumnya, mereka telah meraih juara dua pada tahun sebelumnya, namun rasa puas belum sepenuhnya tercapai.

“Tahun lalu alhamdulillah sudah dapet juara 2, tapi rasanya masih ada yang ‘ganjel’. Makanya tahun ini kita gas lagi buat kasih yang lebih baik,” ujar Amalia Dinda Oktavia, salah satu anggota tim.

Usaha keras mereka pun akhirnya membuahkan hasil manis dengan meraih posisi pertama di KIMPSI 2025.

Proses Kreatif yang Penuh Tantangan

Meraih

Meskipun tim ini sudah berpengalaman, persiapan untuk lomba tahun ini tidak berjalan mulus. Proses kreatif yang mereka jalani penuh dengan tantangan.

“Persiapannya itu super dadakan dan nggak segampang yang orang bayangin,” ujar Dhia Kesuma Q.R. Proses pembuatan film ini dimulai sejak akhir Agustus 2025, namun karena kesibukan masing-masing anggota tim, mereka harus memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.

Sistem “kebut seharian” diterapkan dalam proses syuting yang padat, dengan jadwal dari pagi hingga sore hari.

Mereka bahkan harus menyiapkan berbagai peralatan, seperti kamera, lensa, microphone, hingga papan putih kecil (clapper board), serta memikirkan pemilihan outfit dan lokasi agar hasilnya estetis.

“Syuting bener-bener dipadetin dari pagi buta sampai maghrib. Pokoknya prinsip kita waktu itu, hari ini harus beres!” tambah Irsyad Syarifuddin, anggota tim lainnya.

Meski fisik mereka terasa lelah, semangat tim tidak pernah surut. Ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka berhasil meraih juara satu: kerja sama tim yang solid dan kompak.

“Kita semua punya passion yang gede di sini, chemistry tim sudah dapet, dan sudah terbiasa dengan alur kerja,” ujar Reni Yolanda Rochmawati, menekankan pentingnya keakraban dalam sebuah tim.

Film Pendek yang Menggugah: Duka dan Krisis Eksistensial

Meraih

Tim UMSIDA memilih tema yang sangat emosional untuk film pendek mereka, yaitu tentang duka dan krisis eksistensial.

“Topik utama yang kita angkat di film pendek ini adalah tentang Duka dan Krisis Eksistensial. Kita pengen nunjukkin gimana sih rasanya kehilangan sosok yang paling berharga (ibu) dan gimana dampaknya ke kesehatan mental seseorang bahkan setelah bertahun-tahun berlalu,” ungkap Amalia.

Tema ini dipilih karena relevansi emosionalnya yang mendalam dan erat kaitannya dengan banyak orang yang mungkin pernah merasakan kehilangan orang terdekat.

Mereka berharap film ini bisa menyentuh penonton dan memberikan kesadaran lebih tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

Setelah melewati berbagai rintangan, tim ini merasa sangat puas dengan pencapaian mereka. Mereka berhasil meningkatkan posisi dari tahun lalu yang hanya mendapatkan juara kedua menjadi juara pertama.

“Seneng banget dan merasa puas, apalagi kita bisa ningkatkan pencapaian dari tahun sebelumnya yang di posisi kedua, sekarang bisa jadi juara pertama,” ujar Reni dengan penuh kebanggaan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk terus berkembang tidak akan pernah sia-sia.

Pesan untuk Mahasiswa UMSIDA dan Teman-Teman Psikologi

Meraih

Bagi mahasiswa UMSIDA lainnya, terutama yang ada di Program Studi Psikologi, tim ini memberikan pesan yang sangat inspiratif.

“Jangan takut buat mencoba! Dunia itu luas banget, dan kita punya potensi yang luar biasa. Jangan nunggu ‘siap’ buat ikut lomba, karena keberanian buat memulai itu udah jadi kemenangan tersendiri,” ujar Erica Dwi Secilia.

Mereka berharap kesuksesan ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman di UMSIDA untuk berani menunjukkan potensi mereka, tanpa takut gagal.

Dengan semangat yang telah terbukti melalui ajang KIMPSI 2025 ini, diharapkan mahasiswa UMSIDA terus melanjutkan perjuangannya dan terus berinovasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia akademik, sosial, dan budaya.

Tim Psikologi UMSIDA menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan semangat yang tinggi, apapun bisa dicapai.

Kini, mereka telah berhasil membanggakan almamater UMSIDA dan menjadi contoh nyata bahwa keberanian untuk mencoba adalah langkah pertama menuju kesuksesan.

Penulis: Nabila Wulyandini