Chess Competition

Chess Competition UMSIDA Dorong Mahasiswa Indonesia Kembangkan Strategi dan Sportivitas

psikolgi.umsida.ac.id — Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Chess Competition sebagai wadah positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis sekaligus menumbuhkan nilai sportivitas.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu pagi, pukul 08.30–12.00 WIB, bertempat di Ruang 501 Lantai 5 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 7 Kampus 3 UMSIDA. Sebanyak 12 peserta dari berbagai program studi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Ketua Pelaksana Chess Competition, Aisyah Mumtadzja Y., menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ini dilatarbelakangi oleh pentingnya permainan catur sebagai sarana pengembangan kemampuan berpikir, konsentrasi, kesabaran, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, catur memiliki nilai edukatif yang relevan dengan pembentukan karakter mahasiswa.

“Chess Competition diselenggarakan sebagai wadah penyaluran minat dan bakat mahasiswa di bidang catur, sekaligus menciptakan ruang kompetisi yang sehat, edukatif, dan menjunjung tinggi nilai fair play,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antarmahasiswa serta melestarikan permainan catur di kalangan generasi muda Indonesia yang kini mulai jarang mengenalnya.

Pemilihan lokasi di UMSIDA Kampus 3 dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama se-HIMA FPIP.

Aisyah menilai lokasi tersebut strategis karena mayoritas peserta merupakan mahasiswa UMSIDA, sehingga memudahkan akses dan mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Sistem Penilaian Berstandar Nasional dan Internasional Jamin Objektivitas

Chess Competition

Dalam pelaksanaannya, Chess Competition melibatkan panitia dari HIMA Psikologi dengan dukungan Badan Pengurus Harian (BPH) HIMA Psikologi serta pihak-pihak terkait lainnya.

Persiapan dilakukan secara matang, mulai dari perencanaan konsep acara, pengaturan teknis pertandingan, hingga pengawasan selama lomba berlangsung.

Wakil Ketua HIMA Psikologi sekaligus penanggung jawab lomba, Sasa, menyampaikan bahwa panitia melakukan pengawasan langsung selama pertandingan.

Sebelum lomba dimulai, peserta diberikan briefing mengenai aturan permainan, sementara wasit dan pengawas pertandingan disiapkan untuk menjaga ketertiban dan objektivitas.

“Koordinasi antarpanitia terus dilakukan agar setiap kendala dapat segera ditangani sesuai ketentuan,” jelasnya.

Dari sisi penilaian, lomba ini menggunakan Swiss Manager, sistem yang telah diakui oleh FIDE dan banyak digunakan dalam turnamen catur nasional maupun internasional.

Salah satu juri, Salma, menjelaskan bahwa penggunaan sistem tersebut bertujuan meminimalisasi kesalahan dalam perhitungan poin.

“Penilaian dilakukan langsung menggunakan Swiss Manager sehingga hasilnya lebih akurat dan objektif, terutama saat terdapat jumlah poin yang sama antar peserta,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa ketenangan menjadi kunci utama dalam permainan catur. Dengan berpikir tenang, pemain dapat lebih fokus, teliti, dan mampu menyusun strategi terbaik di setiap langkah.

Salma menilai kualitas permainan peserta cukup baik. Antusiasme tinggi terlihat hingga babak terakhir, yakni babak keempat.

Banyak peserta menunjukkan upaya peningkatan kualitas permainan dari babak ke babak melalui evaluasi mandiri selama pertandingan berlangsung.

Chess Competition Jadi Sarana Pembentukan Karakter Mahasiswa

Chess Competition

Chess Competition dinilai memiliki peran penting bagi mahasiswa UMSIDA, khususnya dalam melatih kemampuan berpikir kritis, strategis, serta keterampilan pengambilan keputusan.

Selain itu, permainan catur juga menanamkan nilai kesabaran, sportivitas, dan tanggung jawab yang mendukung pembentukan karakter mahasiswa.

Sasa berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang mendukung pengembangan soft skill mahasiswa Indonesia.

“Kami berharap Chess Competition dapat menjadi wadah positif untuk melatih pengendalian emosi, membangun kompetisi yang sehat, serta mempererat relasi antarmahasiswa lintas program studi,” tuturnya.

Salah satu peserta sekaligus peraih juara pertama, Moch Akmal Bima dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), mengaku sangat senang atas pencapaiannya.

Ketertarikannya pada catur bermula sejak duduk di bangku kelas 4 SD berkat peran sang ayah yang mengenalkan permainan tersebut.

Meski tidak berencana menekuni catur secara profesional, ia tetap menjadikannya sebagai hobi.

Dalam kesehariannya, Akmal rutin berlatih melalui aplikasi chess.com dan bertanding melawan pemain dari berbagai negara.

Menurutnya, strategi utama yang ia terapkan dalam pertandingan adalah menjaga ketenangan mental.

“Dengan mental yang tenang, saya bisa lebih fokus dan berpikir jernih dalam menentukan langkah,” ujarnya.

Melalui Chess Competition ini, HIMA Psikologi UMSIDA berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membentuk mahasiswa Indonesia yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Penulis: Selvy Dwi Machmuda

Editor: Nabila Wulyandini