psikologi.umsida.ac.id — Musyawarah Wilayah 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah V resmi digelar pada tanggal 11–12 (Sabtu–Minggu) di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa psikologi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam wilayah V, yang mencakup Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara salah satunya dari hima psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang tidak hanya mempertemukan perwakilan lembaga mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), turut hadir empat delegasi, yaitu Kevin Aghnia’ Baihaqie selaku ketua divisi Lugri yaitu luar negeri, Ajeng Violeta selaku ketua hima Psikologi, Imam Taukid Maulana, dan Fairus Rifki.
Acara berlangsung dengan suasana tertib dan penuh antusiasme dari para peserta. Sejak awal kegiatan, panitia telah mempersiapkan rangkaian acara secara sistematis agar pelaksanaan musyawarah dapat berjalan lancar dan efektif.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang diisi dengan sambutan dari panitia pelaksana serta perwakilan organisasi.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa Musyawarah Wilayah merupakan agenda penting yang memiliki peran besar dalam menentukan keberlanjutan organisasi.
Ia menuturkan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi dari berbagai daerah serta memperkuat sinergi antaranggota.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh peserta agar setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang perguruan tinggi, sehingga menciptakan dinamika diskusi yang beragam.
Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena setiap peserta membawa perspektif dan pengalaman yang berbeda dalam menjalankan organisasi di institusinya masing-masing.
Mengusung Nilai Filosofis dalam Tema Kegiatan

Musyawarah Wilayah 2026 mengangkat tema “Sangkan Paraning Sadhana, Nyawiji Ing Bumi Reyog”.
Tema ini mengandung makna filosofis yang mendalam, yang mengajak peserta untuk memahami asal-usul serta tujuan dalam setiap proses yang dijalani, sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.
Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan panitia untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses refleksi diri.
Melalui tema ini, peserta diharapkan mampu memaknai setiap dinamika musyawarah sebagai bagian dari perjalanan dalam mengembangkan kapasitas diri maupun organisasi.
Penggunaan istilah “Bumi Reyog” merujuk pada identitas khas Ponorogo sebagai daerah penyelenggaraan kegiatan.
Hal ini menjadi upaya untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan berskala regional, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman organisasi, tetapi juga wawasan budaya.
Tema yang diusung turut menjadi landasan dalam pelaksanaan setiap rangkaian kegiatan.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan integritas.
Harapan dan Dampak bagi Pengembangan Organisasi
Melalui pelaksanaan Musyawarah Wilayah 2026, diharapkan dapat lahir berbagai gagasan serta keputusan strategis yang mampu mendorong perkembangan organisasi mahasiswa psikologi di wilayah V.
Forum ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus merancang langkah ke depan yang lebih terarah.
Dalam proses musyawarah, peserta terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi dan sidang.
Setiap perwakilan lembaga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, usulan, serta evaluasi secara demokratis, sehingga keputusan yang dihasilkan merupakan hasil kesepakatan bersama.
Salah satu peserta menyampaikan secara langsung bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam bertukar ide dan memperluas jaringan.
Forum ini dinilai mampu membuka wawasan baru yang dapat diterapkan di institusinya masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Dengan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan, peserta diharapkan memiliki komitmen yang lebih tinggi dalam menjalankan hasil musyawarah di daerahnya masing-masing.
Secara keseluruhan, Musyawarah Wilayah 2026 tidak hanya menjadi ajang formal, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa psikologi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ILMPI Wilayah V diharapkan semakin solid dan mampu berkontribusi bagi masyarakat luas.
Penulis: Selvy Dwi M.
Editor: Nabila Wulyandini















