psikologi.umsida.ac.id — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah menggelar acara buka bersama pada Selasa, 24 Februari, sebagai bagian dari program kerja Divisi Dalam Negeri (Dagri).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota dalam suasana yang lebih santai selama bulan Ramadan, yang menjadi momentum penting untuk membangun kedekatan emosional antaranggota.
Wakil Ketua HIMA Psikologi, Sasya (Annisya), menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya buka bersama adalah untuk membangun kedekatan emosional antaranggota.
Selama ini, interaksi antaranggota lebih sering terjadi dalam forum formal organisasi, seperti rapat dan kegiatan-kegiatan resmi.
Sasya menyatakan bahwa kegiatan buka bersama ini menjadi ruang yang sangat penting untuk membangun kebersamaan di luar agenda resmi yang biasa dilakukan.
“Melalui buka bersama ini, kami ingin mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota muda. Biasanya kami bertemu dalam kegiatan formal HIMA di kampus, jadi momen ini menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan dalam suasana yang lebih santai,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka di antara anggota.
Dengan suasana yang lebih hangat dan tidak kaku, diharapkan seluruh anggota merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dan mengenal satu sama lain lebih dekat.
Sasya menjelaskan bahwa komunikasi yang baik dan saling mengenal satu sama lain adalah faktor penting dalam kelancaran program kerja organisasi.
Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat rasa kebersamaan.
Persiapan dan Konsep Acara Libatkan Seluruh Anggota
Kegiatan buka bersama ini merupakan salah satu program kerja Divisi Dalam Negeri, sehingga seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaannya menjadi tanggung jawab divisi tersebut.
Ketua Divisi Dagri, Hilda Yasinta, menuturkan bahwa konsep dan teknis acara disusun melalui diskusi dan koordinasi yang intensif antara divisi dan Wakil Ketua HIMA.
Persiapan kegiatan dimulai sejak awal Februari, dua minggu sebelum acara dilaksanakan.
Tahap pertama adalah menentukan konsep acara yang sesuai dengan suasana Ramadan, dilanjutkan dengan pencarian lokasi yang representatif dan nyaman untuk seluruh anggota.
Untuk memilih lokasi kegiatan, divisi mengajukan beberapa alternatif tempat yang sesuai, kemudian anggota HIMA Psikologi memberikan suara dalam mekanisme voting.
Dari hasil voting, Pawon Mbok Wak di daerah Lebo terpilih sebagai lokasi dengan suara terbanyak. Hilda menjelaskan, “Awalnya kami tentukan konsepnya dulu, lalu mencari tempat yang sesuai. Setelah itu, kami koordinasi dengan teman-teman lewat grup untuk memastikan siapa saja yang bisa hadir.”
Proses ini melibatkan seluruh anggota agar mereka merasa lebih terlibat dalam keputusan yang diambil.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kumpul bersama, buka puasa, sesi dokumentasi foto dan video, hingga diskusi santai mengenai dua program kerja yang akan dijalankan ke depan, dilaksanakan di lokasi tersebut.
Konsep acara dibuat sederhana namun tetap bermakna agar suasana terasa lebih akrab dan tidak formal.
Hilda menambahkan, “Kami ingin acara ini memberikan kesan hangat dan kekeluargaan, sehingga meski acara ini bersifat nonformal, tetap bermanfaat bagi seluruh anggota.”
Harapan Perkuat Solidaritas dan Kekompakan Organisasi
Bagi HIMA Psikologi, kegiatan ini bukan hanya sekadar menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas organisasi.
Sasya menilai bahwa kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan nonformal dapat memberikan dampak positif terhadap kekompakan tim.
Dengan suasana yang lebih santai dan tidak terikat dengan formalitas organisasi, anggota HIMA Psikologi dapat lebih terbuka satu sama lain dan mengungkapkan pemikiran serta ide-ide mereka.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pimpinan dan anggota sangat penting untuk keberlangsungan program kerja organisasi.
“Dengan adanya interaksi yang lebih cair, diharapkan tidak ada sekat yang menghambat koordinasi di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Hilda menyampaikan bahwa kunci utama agar kegiatan ini berjalan lancar adalah menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh anggota.
Walaupun ada beberapa anggota yang tidak bisa hadir, informasi terkait kegiatan dan hasil diskusi tetap disampaikan melalui grup komunikasi internal.
“Kami fokus pada komunikasi dan koordinasi. Walaupun ada beberapa yang tidak bisa hadir, informasi tetap kami sampaikan supaya semua anggota tetap mengetahui perkembangan organisasi,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota HIMA Psikologi.
Hilda juga berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang harmonis dan solid.
Dengan momen kebersamaan seperti ini, rasa kekeluargaan diharapkan semakin tumbuh, sehingga mampu mendukung setiap program kerja yang dijalankan bersama.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen HIMA Psikologi dalam memperkuat struktur organisasi dan menciptakan suasana yang lebih inklusif, di mana setiap anggota merasa dihargai dan terlibat dalam setiap langkah yang diambil.
Ke depan, HIMA Psikologi Umsida berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat budaya organisasi yang lebih harmonis, solid, dan produktif.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda
Editor: Nabila Wulyandini














