psikologi.umsida.ac.id — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMMTD) pada 27–28 Desember 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Villa Asia Jaya, Pacet, dan diikuti oleh 33 mahasiswa Psikologi yang berpartisipasi aktif selama dua hari penuh.
LKMMTD menjadi salah satu agenda strategis HIMA Psikologi Umsida dalam menyiapkan kader mahasiswa yang memiliki bekal kepemimpinan dasar sebelum terjun langsung dalam dinamika organisasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa baru agar tidak hanya terlibat secara formal, tetapi mampu berkontribusi secara aktif dan bertanggung jawab.
Ketua HIMA Psikologi Umsida, Ajeng Violeta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) yang pelaksanaannya melibatkan hampir seluruh pengurus HIMA Psikologi.
“LKMMTD ini memang kami dahulukan karena termasuk program kerja utama Divisi PSDM. Pelaksanaannya dibantu oleh hampir seluruh anggota HIMA Psikologi yang kami bagi tugasnya sesuai dengan kemampuan dan tenaga masing-masing,” ungkapnya.
Menurut Ajeng, keterlibatan banyak pihak dalam kepanitiaan juga menjadi sarana pembelajaran kerja sama dan manajemen organisasi, yang relevan dengan kebutuhan kepemimpinan mahasiswa Umsida.
LKMMTD sebagai Bekal Organisasi Mahasiswa Psikologi Umsida
Ajeng Violeta menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan LKMMTD adalah memberikan bekal awal berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan kepada anggota baru HIMA Psikologi.
Bekal ini dinilai penting sebelum mahasiswa benar-benar menuangkan ide serta terlibat aktif dalam organisasi.
“Tujuan utama LKMMTD ini adalah sebagai bekal dan penambahan ilmu baru bagi anggota baru HIMA Psikologi, sebelum mereka benar-benar terjun dan berkontribusi aktif di himpunan,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi dari empat pemateri yang membahas berbagai topik penting, mulai dari pengelolaan administrasi organisasi, kerja kelompok, hingga nilai integritas dan tanggung jawab dalam kepemimpinan.
Ajeng menilai bahwa materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan realitas organisasi mahasiswa.
“Materi yang disampaikan para pemateri menjadi ilmu dan pengalaman baru bagi peserta, terutama tentang bagaimana mengelola administrasi organisasi dan membangun kerja sama dalam tim,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, HIMA Psikologi Umsida berharap mampu mencetak kader mahasiswa yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan berintegritas sebagai generasi muda.
Alur Kegiatan dan Refleksi Peserta Indonesia Muda
Rangkaian kegiatan LKMMTD dimulai pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, dengan registrasi dan pembukaan yang dilaksanakan di Kampus 3 Umsida.
Setelah pembukaan, seluruh peserta dan panitia melanjutkan perjalanan menuju Villa Asia Jaya, Pacet.
Setibanya di lokasi, panitia melakukan pengecekan barang serta pengumpulan perangkat elektronik agar peserta dapat mengikuti materi dengan lebih fokus dan optimal.
Setelah ishoma Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama hingga ketiga. Usai Maghrib, peserta mengikuti materi keempat yang kemudian dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) sebagai sarana untuk menguji kembali pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima.
Malam hari ditutup dengan pentas seni (pensi) yang ditampilkan oleh peserta secara berkelompok. Pada pukul 02.00 dini hari, seluruh peserta mengikuti prosesi ikrar di sekitar api unggun.
Kegiatan hari kedua diawali dengan salat Subuh berjamaah, senam pagi, dan fun game. Selanjutnya, peserta diberi waktu untuk bersih diri sebelum acara penutupan dan pembagian hadiah yang dilaksanakan pada Minggu siang, 28 Desember 2025.
Salah satu peserta, Ahmad Fairus Thoriq Ma’ruf, mahasiswa semester satu Program Studi Psikologi, mengungkapkan bahwa LKMMTD memberinya pemahaman baru tentang makna kepemimpinan dan organisasi.
“Saya mengikuti LKMMTD karena ingin memahami dasar kepemimpinan dan organisasi secara lebih terstruktur. Saya sadar, terlibat organisasi tanpa bekal kepemimpinan hanya akan membuat saya menjadi anggota yang pasif,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Ajeng Violeta berharap seluruh pengalaman yang diperoleh peserta selama dua hari dapat menjadi bekal berharga.
“Semoga apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan selama LKMMTD ini dapat menjadikan peserta pribadi yang lebih siap membawa himpunan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda
Editor: Nabila Wulyandini














