Marissa Kharisma Freisya Raih Medali Perak Kategori Psy-Paper Kualitatif pada KIMPSI 2025

psikologi.umsida.ac.id — Marissa Kharisma Freisya, mahasiswa semester 5 dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), berhasil meraih medali perak (juara 2) dalam kategori Psy-Paper Kualitatif pada ajang KIMPSI 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Jogja (UII Jogja) pada tanggal 13 Desember 2025.

Pada awalnya, Marissa tidak memiliki motivasi internal untuk mengikuti kompetisi ini. Saat itu, ia sedang menikmati liburan dan ingin fokus pada magang di P3TU tanpa terlibat dalam kegiatan kompetisi.

Namun, motivasi eksternal muncul ketika Kaprodi Psikologi UMSIDA, Pak Ghozali, mengunjungi ruang P3TU dan meminta Marissa untuk mengikuti kompetisi tersebut dengan mengirimkan hasil penelitian kualitatif yang sudah dilakukannya.

“Awalnya saya merasa tidak tertarik karena sedang fokus liburan dan magang. Namun, Pak Ghozali mendukung dan memberi arahan untuk ikut serta, sehingga saya mulai tertarik dan memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini,” ungkap Marissa Kharisma Freisya.

Meski begitu, ia harus melakukan penelitian ulang karena kompetisi ini memiliki tema Islami, sementara penelitian kualitatif yang telah dilakukan sebelumnya tidak relevan dengan tema tersebut.

Dari situ, Marissa merasa bahwa dorongan eksternal sangat membantu dirinya untuk tetap bersemangat dan menyelesaikan penelitian serta mengikuti kompetisi dengan percaya diri, yang pada akhirnya membawanya meraih juara 2.

Persiapan untuk Kompetisi yang Maksimal

Marissa Kharisma

Marissa menjelaskan bahwa persiapan untuk kompetisi ini dilakukan dengan bimbingan intensif dari Pak Ghozali, yang memiliki banyak pengalaman di bidang penelitian.

“Pak Ghozali banyak memberi arahan, mulai dari memperbaiki dan menyempurnakan penelitian, hingga mendalami konten dan membaca referensi-referensi yang relevan dengan tema Islami,” ujar Marissa Kharisma Freisya.

Dengan bantuan tersebut, Marissa memperdalam pemahaman mengenai topik yang akan diangkat dalam paper, yaitu mengenai “Peran Ganda Anak Sulung sebagai ‘Sandwich Generation’: Antara Ujian, Sabar, dan Tawakal,” yang dilihat dari perspektif Islam.

Persiapan dimulai sejak bulan Agustus hingga Oktober 2025, saat liburan, dengan waktu yang cukup panjang untuk menyusun paper yang matang.

“Karena kompetisi ini memiliki timeline yang panjang, saya mulai mempersiapkan diri sejak liburan, sekitar bulan Agustus, dan terus mengerjakan sampai bulan Oktober,” tambah Marissa Kharisma Freisya.

Selama periode tersebut, ia tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga memperbaiki struktur paper dan memperkaya isi dengan referensi yang relevan agar penelitian yang diajukan dapat memberikan kontribusi nyata, baik dari segi akademik maupun pemahaman praktis.

Kesan dan Pesan untuk Mahasiswa UMSIDA

Marissa Kharisma

Kesan yang dirasakan Marissa selama mengikuti kompetisi KIMPSI 2025 sangat berkesan, terutama karena ini adalah pengalaman pertamanya dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa karena saya bisa bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa hebat dari berbagai universitas di Indonesia. Awalnya saya merasa cemas, tapi akhirnya saya sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kompetisi ini,” ungkap Marissa dengan senyum bangga.

Prestasi yang diraihnya tentu tidak hanya hasil dari usaha sendiri, tetapi juga berkat dukungan penuh dari Fakultas Psikologi UMSIDA yang mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik.

Marissa juga memberikan pesan motivasi untuk mahasiswa UMSIDA, terutama bagi mahasiswa Psikologi.

“Jangan ragu untuk mengikuti kompetisi yang ada. Menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Mengikuti kompetisi selama menjadi mahasiswa itu adalah sebuah privillage, apalagi prodi Psikologi mendukung penuh,” katanya.

Marissa menekankan pentingnya untuk tetap optimis dan semangat dalam berprestasi. “Jika kita sudah berusaha sebaik mungkin, apapun hasilnya akan membawa pengalaman berharga. Jangan takut mencoba dan terus berproses,” pesannya.

Dengan keberhasilan ini, Marissa berharap dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk tidak takut berkompetisi dan selalu memberikan yang terbaik.

Ia juga berharap agar lebih banyak mahasiswa UMSIDA yang ikut serta dalam kompetisi-kompetisi serupa, sehingga bisa terus mengukir prestasi dan membanggakan almamater.

“Semangat terus untuk berprestasi dan menjadikan UMSIDA semakin dikenal di kancah nasional,” tutup Marissa dengan penuh semangat.

Prestasi yang diraih Marissa Kharisma Freisya dalam KIMPSI 2025 ini menjadi bukti bahwa dengan niat yang kuat, dukungan eksternal, dan persiapan yang matang, hasil yang luar biasa bisa tercapai.

Marissa yang awalnya tidak memiliki niat mengikuti kompetisi, akhirnya berhasil meraih juara 2 setelah menjalani proses yang penuh dengan tantangan.

Keberhasilan ini tidak hanya milik Marissa, tetapi juga memberikan motivasi bagi seluruh mahasiswa UMSIDA untuk terus berjuang dan mengukir prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Penullis: Nabila Wulyandini