psikologi.umsida.ac.id — Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto yang diselenggarakan pada 17-18 Januari 2026 di GOR Gajah Mada Mojosari menjadi ajang yang penuh dengan persaingan sengit.
Dalam kejuaraan ini, Nata, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), berhasil meraih medali perunggu (juara 3) di kategori Fighting System Putra U-21 kelas -56 kg.
Keberhasilan Nata ini menunjukkan bagaimana kombinasi antara komitmen terhadap pendidikan dan olahraga dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Perjalanan Awal dan Persiapan Raih Medali Perunggu
Nata, yang berasal dari Sidoarjo, memulai perjalanan dalam dunia Ju-Jitsu sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2025.
Berawal dari rasa penasaran dan coba-coba, Nata mulai tertarik dengan cabang olahraga ini setelah melihat beberapa teman yang aktif berlatih.
“Awalnya saya coba-coba, lama-lama saya ketagihan,” ujarnya dengan senyum lebar saat mengenang awal mula ia terjun ke dunia Ju-Jitsu.
Meskipun baru berlatih sekitar setahun, Nata telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam olahraga ini.
Ia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal persiapan fisik. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Nata adalah menurunkan berat badan agar dapat berkompetisi di kelas -56 kg.
“Persiapannya cukup maksimal dan cukup berat. Saya harus menurunkan hampir 5 kilogram dalam waktu yang terbatas. Selain itu, saya juga harus membagi waktu antara latihan dan tugas kuliah,” jelas Nata.
Menurunkan berat badan sebanyak itu tentu tidak mudah, namun dengan disiplin yang tinggi, Nata berhasil mencapai targetnya.
Di luar persiapan fisik, Nata juga harus menghadapi tantangan mental dalam menyeimbangkan antara kehidupan kampus dan kegiatan olahraga.
Sebagai mahasiswa Psikologi, ia menyadari betul bahwa keseimbangan antara keduanya sangat penting.
“Latihan ini sangat menyita waktu, tetapi saya selalu memastikan untuk menyelesaikan tugas kuliah terlebih dahulu agar tidak terbebani saat berlatih,” tambah Nata.
Untuknya, mengatur waktu dengan disiplin antara studi dan olahraga menjadi kunci utama untuk mencapai prestasi.
Tantangan dan Pengalaman Selama Pertandingan
Setelah melewati persiapan yang keras, Nata akhirnya memasuki arena kompetisi. Dalam pertandingan, ia berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berpengalaman, namun ia tetap menunjukkan semangat dan determinasi tinggi.
“Kegiatan ini cukup meriah dan menegangkan, terutama saat melawan lawan dan bertukar serangan. Rasanya senang bisa berkompetisi dengan mereka,” ungkap Nata, mengenang momen-momen intens saat bertanding.
Meskipun medali emas menjadi target utamanya, Nata tetap merasa bangga atas pencapaian medali perunggu yang diraihnya.
Bagi Nata, prestasi yang diraih bukan hanya sekadar medali perunggu, tetapi juga hasil dari kerja keras dan ketekunannya.
“Arti prestasi bagi saya adalah sebuah pencapaian yang harus diraih sekuat mungkin. Saya bangga bisa meraih perunggu di kejuaraan ini meskipun target saya adalah emas,” kata Nata dengan penuh semangat.
Menurutnya, setiap perjuangan yang dilakukan selama latihan dan pertandingan adalah bagian dari proses untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Di tengah pertandingan yang penuh tantangan, Nata juga belajar tentang pentingnya kedisiplinan. “Disiplin lebih penting daripada motivasi sesaat.
Dunia hanya peduli pada hasil akhir. Kalau kita disiplin, kita akan bisa melewati segala tantangan dan mencapai tujuan kita,” tegasnya.
Dengan prinsip disiplin yang kuat, Nata yakin bahwa dirinya akan terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
Harapan dan Pesan Motivasi bagi Atlet Muda

Sumber: Pexels
Selain keberhasilannya di kejuaraan ini, Nata juga berharap agar lebih banyak perhatian diberikan kepada atlet kampus, terutama dalam hal penghargaan dan tunjangan.
“Saya berharap agar atlet kampus diberikan reward yang lebih banyak lagi, agar kami bisa terus bersemangat dan berkembang. Kami ingin lebih didorong untuk meraih prestasi, baik dalam bidang olahraga maupun akademik,” ungkap Nata.
Nata juga ingin menginspirasi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengejar prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Ia percaya bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan manajemen waktu yang baik, segala tantangan dapat dihadapi.
“Saya ingin meraih juara terus menerus, mengalahkan lawan dengan mudah. Tidak perlu banyak kata-kata, dunia hanya peduli pada hasil akhir,” tambahnya.
Selain itu, Nata juga mengungkapkan bahwa karakter dalam komik Lookism, Park Jonggun, menjadi sumber inspirasi baginya.
“Park Jonggun mengajarkan saya bahwa jatuh dan gagal itu biasa, yang penting adalah bagaimana kita bangkit dan terus maju. Itu yang saya terapkan dalam latihan,” ujar Nata, yang sangat mengidolakan karakter tersebut karena semangat pantang menyerah yang dimilikinya.
Ke depan, Nata berharap bahwa keberhasilannya ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi di bidang olahraga dan non-akademik.
“Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa berprestasi di berbagai bidang, baik itu di dalam kampus maupun di luar kampus. Semoga ke depannya, lebih banyak mahasiswa yang termotivasi untuk mengembangkan potensi mereka, baik dalam olahraga maupun di bidang lainnya,” harapnya.
Dengan pencapaian medali perunggu ini, Nata Nata Dani Pradipa membuktikan bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik, prestasi di bidang olahraga dapat dicapai bersamaan dengan keberhasilan akademik.
Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMSIDA dan seluruh mahasiswa di Indonesia untuk tidak pernah berhenti berusaha, terus berkembang, dan meraih prestasi di berbagai bidang.
Penulis: Nabila Wulyandini












