Mahasiswa KKN Umsida Gelar Psikoedukasi Tahfiz di Malaysia 2026

psikologi.umsida.ac.id — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bidang pendidikan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan kegiatan psikoedukasi bertajuk Stress Management and Achievement Motivation di Management and Science University (MSU), Selangor, Malaysia.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 April 2026 ini menyasar mahasiswa tahfiz atau penghafal Al-Qur’an sebagai peserta utama.

Program tersebut menjadi bentuk upaya promotif dan protektif dalam membantu mahasiswa tahfiz menghadapi tekanan akademik sekaligus target hafalan Al-Qur’an.

Dalam prosesnya, mahasiswa tahfiz tidak hanya dituntut menjaga kualitas spiritual, tetapi juga tetap harus memenuhi tanggung jawab akademik di perguruan tinggi.

Kegiatan ini dipandu oleh dua dosen Program Studi Psikologi, yakni Ghozali Rusyid Affandi dan Zaki Nur Fahmawati.

Pelaksanaan program juga dibantu mahasiswa KKN Umsida yang terdiri dari Dhia Kesuma Qatrunnada Rinaldi, Dymas Satriagung, Fitrotun Nasichatur Rohmah, dan Vanessa Mahestika Putri.

Dhia Kesuma Qatrunnada Rinaldi menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada mahasiswa tahfiz di MSU.

Menurutnya, tuntutan hafalan yang tinggi sering berjalan beriringan dengan beban akademik sehingga dapat memicu stres dan menurunkan motivasi belajar.

“Program Student Tahfiz di MSU memiliki tujuan meningkatkan kualitas spiritual dan akademik mahasiswa. Namun, dalam praktiknya, tuntutan hafalan yang tinggi, keterbatasan waktu, dan beban akademik dapat memicu stres pada mahasiswa,” ujar Dhia.

Peserta Belajar Kelola Stres dan Target

Mahasiswa KKN

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembagian pre-test kepada peserta oleh Mahasiswa KKN.

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman awal mahasiswa mengenai manajemen stres dan motivasi berprestasi.

Setelah itu, peserta mengikuti sesi psikoedukasi yang dipandu langsung oleh para pemateri.

Dymas Satriagung menjelaskan bahwa program utama yang dijalankan tidak hanya menekankan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi tekanan sehari-hari.

“Program utama yang dijalankan merupakan program psikoedukasi dengan judul ‘Stress Management and Achievement Motivation’ yang ditujukan kepada mahasiswa tahfiz di Management and Science University,” kata Dymas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami konsep dasar stres, penyebab stres, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan performa akademik.

Peserta juga dikenalkan pada teknik 4A sebagai strategi menghadapi stresor, sehingga mereka tidak hanya mengetahui masalah yang dialami, tetapi juga memiliki cara untuk mengelolanya.

Tahapan kegiatan dilakukan secara sistematis, mulai dari pemahaman, strategi, internalisasi, aplikasi, hingga komitmen.

Pada tahap strategi, peserta memperoleh pelatihan keterampilan dalam mengelola stres. Pada tahap internalisasi, peserta diajak membangun positive beliefs atau keyakinan positif terhadap kemampuan diri.

Peserta juga diminta menyusun tujuan akademik dan personal melalui metode SMART goal setting. Metode ini membantu peserta membuat target yang lebih jelas, terukur, realistis, dan memiliki batas waktu.

“Peserta mengisi lembar kerja analisis stres dan menetapkan tujuan SMART untuk target satu tahun, target semester, dan target mingguan,” ujar Dymas.

Selain materi utama, kegiatan juga diselingi ice breaking berupa pijat relaksasi.

Sesi ini membantu peserta mengurangi ketegangan dan meningkatkan fokus sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.

Dorong Kesehatan Mental dan Prestasi Seimbang

Mahasiswa KKN Program psikoedukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tahfiz mengenai cara mengelola stres secara sehat dan produktif.

Kegiatan ini juga bertujuan membangun motivasi berprestasi agar mahasiswa mampu menyeimbangkan target akademik dan spiritual.

Dhia salah satu Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta.

Mereka mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pre-test, penyampaian materi, ice breaking, post-test, hingga foto bersama.

“Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test tentang manajemen stres dan motivasi berprestasi, dilanjutkan penyampaian psikoedukasi oleh dua pemateri, ice breaking pijat, kemudian post-test dan foto bersama,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Umsida berupaya menghadirkan pendekatan edukatif yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tahfiz.

Pendekatan psikoedukasi dipilih karena mampu memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dymas menambahkan bahwa pembentukan lingkungan positif juga menjadi bagian penting dalam menjaga motivasi.

Karena itu, peserta diajak mengidentifikasi “Tim Positif” yang dapat mendukung perkembangan akademik dan spiritual mereka.

“Peserta diajak segera melakukan aksi nyata dan membangun lingkungan positif agar target yang telah disusun dapat tercapai,” ungkap Dymas.

Program ini menunjukkan kontribusi mahasiswa KKN Umsida dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa internasional melalui kegiatan pendidikan berbasis psikologi.

Selain bermanfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi akademik antara Umsida dan Management and Science University Malaysia.

Dengan bekal manajemen stres dan motivasi berprestasi, mahasiswa tahfiz diharapkan mampu menjalani proses belajar, menghafal, dan meraih prestasi secara lebih seimbang.

Editor: Nabila Wulyandini