Psikologi

Mahasiswa Psikologi Umsida Gelar NEXORA 2026

psikologi.umsida.ac.id — NEXORA 2026 atau National Essay and Poster Competition 2026 hadir sebagai ruang kompetisi ilmiah dan kreatif bagi siswa serta mahasiswa Indonesia melalui kategori esai dan poster.

Kegiatan yang digagas mahasiswa Psikologi Umsida melalui CHAMPSIDA ini diumumkan pemenangnya pada Kamis, 21 Mei 2026, setelah melalui proses pendaftaran, verifikasi, penjurian, dan deliberasi berlapis.

Ketua Pelaksana NEXORA 2026, Fanny, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan bagi mahasiswa Psikologi Umsida.

Seluruh panitia berasal dari Program Studi Psikologi Umsida, yakni Fanny, Marissa, Tari, Akbar, Nibras, Azzam, dan Fair.

“Yang pasti untuk memberdayakan rekan-rekan Psikologi Umsida, karena seluruh panitia kita dari Prodi Psikologi. Lalu yang kedua tentu engagement untuk kampus, terutama prodi,” ujar Fanny.

Menurutnya, apabila kegiatan ini berjalan lancar, ke depan panitia berpeluang membuka rekrutmen yang lebih luas.

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Umsida.

Kategori esai menyasar mahasiswa aktif perguruan tinggi, sedangkan kategori poster ditujukan bagi mahasiswa dan siswa.

Subtema yang diangkat cukup luas, mulai dari pendidikan, lingkungan, teknologi, sosial dan budaya, ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan, hingga hukum.

Keragaman tema ini memberi ruang bagi peserta untuk menuangkan gagasan sesuai minat dan bidang yang mereka kuasai.

Penilaian Dilakukan Melalui Tiga Lapis Seleksi

psikologi

Persiapan NEXORA 2026 telah dimulai sejak Maret 2026. Pendaftaran resmi dibuka pada 1 April 2026, sementara batas pengumpulan karya dilaksanakan pada 10 Mei 2026.

Setelah itu, proses penjurian dilakukan pada 11–20 Mei 2026 sebelum pemenang diumumkan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam mekanisme pelaksanaannya, panitia membuka pendaftaran terlebih dahulu melalui formulir yang telah disediakan.

Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Setelah karya terkumpul, panitia melakukan pengecekan data secara berlapis.

“Setiap peserta boleh mengirimkan beberapa karya, lalu kita akan crosscheck pendaftaran pada form yang telah diisi. Kita crosscheck berlapis untuk memastikan bahwa pendaftar telah sesuai dengan data yang didaftarkan,” jelas Fanny.

Adapun mekanisme penilaian dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pengecekan kesesuaian format oleh panitia.

Tahap kedua adalah review karya oleh dewan juri. Tahap terakhir adalah deliberasi untuk meninjau kelayakan pemenang berdasarkan pertimbangan objektif dari kedua juri.

Fanny mengakui, tantangan terbesar dalam penyelenggaraan NEXORA 2026 adalah penyusunan mekanisme lomba.

Sebab, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama tim sebagai competition organizer.

“Karena ini juga event pertama kita sebagai competition organizer, jadi yang paling susah itu mekanismenya. Beberapa kali kita melakukan pertimbangan dan itu memakan waktu cukup lama,” ungkapnya.

Panitia juga mengadaptasi pengalaman dari berbagai perlombaan yang pernah mereka ikuti.

Dari pengalaman tersebut, mereka memilah sistem yang paling sesuai dengan alur kerja tim.

Setelah kegiatan selesai, panitia berencana melakukan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya lebih matang.

Ratusan Peserta Tunjukkan Antusiasme Tinggi

NEXORA 2026 memperoleh respons positif dengan capaian ratusan peserta dari kategori esai dan poster.

Antusiasme ini menunjukkan bahwa minat siswa dan mahasiswa terhadap kompetisi ilmiah maupun kreatif masih sangat tinggi.

Fanny menilai, perlombaan tidak hanya menjadi ajang mencari penghargaan, tetapi juga sarana membangun kemampuan berpikir, menulis, mendesain, dan menyusun portofolio.

Bagi mahasiswa, lomba esai sangat relevan karena menulis merupakan salah satu output penting dalam dunia akademik.

Sementara itu, lomba poster membuka ruang bagi peserta untuk mengasah keterampilan desain grafis yang saat ini banyak dibutuhkan di dunia kerja.

“Harapannya semoga siswa dan mahasiswa Indonesia bisa melihat bahwa lomba itu penting, terutama lomba ilmiah. Sebagai mahasiswa, output kita kan menulis. Untuk lomba grafis, perusahaan sekarang butuh banget desainer grafis,” katanya.

Ia juga berharap karya peserta tidak berhenti sebagai dokumen perlombaan saja, tetapi dapat menjadi portofolio yang bermanfaat untuk masa depan.

“Semoga karya rekan-rekan bisa jadi portofolio yang dapat membuka rezeki untuk kalian sendiri,” tambah Fanny.

Melalui NEXORA 2026, panitia ingin membangun budaya kompetisi yang sehat, produktif, dan berdampak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal mahasiswa Psikologi Umsida dalam mengelola kompetisi berskala nasional dengan sistem yang lebih profesional.

Penulis: Nabila Wulyandini