Psikologi.umsida.ac.id – Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menghadirkan pengalaman belajar lintas kampus melalui kegiatan kuliah tamu bersama Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik yang telah berjalan secara rutin selama beberapa tahun.
Dosen Psikologi Umsida, Zaki Nur Fahmawati MPsi Psikolog, menjelaskan bahwa kuliah tamu ini tidak sekadar menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda.
Kehadiran dosen dari kampus mitra juga dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
Baca Juga: Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
Dua dosen dari Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember yang memiliki kepakaran dalam bidang psikologi industri dan organisasi hadir untuk memberikan materi kepada mahasiswa di dua kelas.
Mahasiswa pun memperoleh kesempatan mempelajari teori, berdiskusi, dan melihat persoalan sumber daya manusia melalui sudut pandang akademisi dari luar Umsida.
Mengimbangi Pembelajaran Berbasis Kasus

Zaki menerangkan bahwa pembelajaran Psikologi Sumber Daya Manusia di Umsida menggunakan pendekatan case-based learning.
Melalui metode tersebut, mahasiswa tidak hanya menerima penjelasan di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan yang ditemukan pada organisasi maupun dunia industri.
Mahasiswa akan terjun ke lapangan dan berinteraksi dengan berbagai mitra, seperti usaha mikro, kecil dan menengah serta organisasi atau perusahaan lainnya.
Mereka kemudian mengerjakan tujuh proyek yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia pada organisasi yang dipilih.
Hasil dari rangkaian proyek tersebut nantinya dapat menjadi portofolio mahasiswa.
Portofolio ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga menggambarkan pengalaman mahasiswa dalam menganalisis persoalan dan menyusun solusi yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Cek Juga: Archery Tournament Psikologi Umsida Buka Ruang Inklusi
“Kuliah tamu dari Universitas Muhammadiyah Jember lebih banyak memperkuat aspek teori.
Materi yang disampaikan menjadi penyeimbang bagi mahasiswa ketika mengerjakan pembelajaran berbasis kasus dan berbagai proyek yang dituntut dalam mata kuliah,” jelas Zaki.
Dengan perpaduan teori dan pengalaman lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengetahui konsep pengelolaan sumber daya manusia, tetapi juga memahami cara menerapkannya dalam situasi nyata.
Analisis Jabatan sebagai Dasar Pengelolaan SDM

Materi utama yang disampaikan dalam kuliah tamu tersebut adalah analisis jabatan. Topik ini menjadi salah satu pembahasan penting dalam mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia karena berkaitan erat dengan pengelolaan tenaga kerja di sebuah organisasi.
Menurut Zaki, setiap organisasi perlu mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, jenis kompetensi yang harus dimiliki, serta cara memenuhi kebutuhan tersebut.
Seluruh proses itu perlu dilakukan melalui tahapan yang sistematis agar keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan perkiraan.
Salah satu tahapan awalnya adalah analisis jabatan. Melalui proses ini, organisasi dapat memperoleh gambaran mengenai tugas, tanggung jawab, kewenangan, serta kompetensi yang diperlukan pada suatu posisi.
“Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan melalui tahapan yang benar. Salah satunya dengan analisis jabatan. Dari situ, kita bisa mengetahui kebutuhan organisasi, berapa banyak tenaga yang diperlukan, seperti apa kriterianya, dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut,” tuturnya.
Materi ini dinilai relevan bagi mahasiswa psikologi karena lulusan Psikologi memiliki peluang untuk bekerja pada bidang rekrutmen, pengembangan karyawan, pelatihan, penilaian kinerja, hingga pengembangan organisasi.
Pertukaran Dosen Perluas Perspektif Mahasiswa

Kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari program pertukaran dosen antara Psikologi Umsida dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember. Program ini dilaksanakan secara bergantian pada setiap semester.
Pada semester ganjil, dosen Psikologi Umsida mendapatkan kesempatan mengajar mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jember. Sementara itu, pada semester genap, dosen dari Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember hadir untuk mengajar mahasiswa Umsida.
Dosen yang dikirim juga disesuaikan dengan kepakaran dan materi yang dibutuhkan. Pada kegiatan kali ini, kedua dosen tamu memiliki kompetensi dalam bidang psikologi industri dan organisasi sehingga sesuai dengan pembahasan Manajemen Sumber Daya Manusia.
Zaki mengungkapkan bahwa mahasiswa memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Mereka merasa senang karena memperoleh penjelasan dari dosen dengan pengalaman, kompetensi, dan cara mengajar yang berbeda.
Mahasiswa juga mendapatkan perspektif baru mengenai psikologi sumber daya manusia. Perbedaan pengalaman antara dosen tamu dan dosen yang sehari-hari mengajar di Umsida membuat proses pembelajaran terasa lebih segar tanpa mengurangi kedalaman materi.
“Kegiatan seperti ini memiliki muatan peningkatan kompetensi sekaligus penyegaran. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar dari dosen lain yang tentu memiliki sudut pandang berbeda,” katanya.
Antusiasme mahasiswa menjadi tanda bahwa pembelajaran lintas kampus mampu menciptakan suasana akademik yang lebih dinamis. Mereka pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada semester berikutnya.
Menyiapkan Diri untuk Menerima Pengalaman Baru
Melalui kegiatan kuliah tamu, Prodi Psikologi Umsida berupaya memberikan pengalaman belajar yang optimal kepada mahasiswa. Pembelajaran dirancang agar tidak terbatas pada materi di dalam kelas maupun interaksi dengan dosen dari kampus sendiri.
Zaki berpesan agar mahasiswa memiliki sikap terbuka terhadap setiap kesempatan yang telah disiapkan oleh program studi. Ia mengibaratkan mahasiswa seperti gelas kosong yang siap menerima berbagai pengetahuan, pengalaman, dan wawasan baru.
Mahasiswa perlu mengikuti setiap kegiatan dengan rasa ingin tahu dan kesungguhan. Sebab, pengalaman dari kuliah tamu, proyek lapangan, diskusi, maupun kegiatan akademik lainnya dapat menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja.
“Kami berusaha memberikan pengalaman belajar seoptimal mungkin. Karena itu, mahasiswa perlu menyediakan gelas kosong yang siap diisi dengan berbagai pengalaman yang sudah dirancang,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai program akademik tersebut dapat memperluas pengetahuan, memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa Psikologi Umsida.
Dengan pengalaman yang lebih beragam, mahasiswa diharapkan mampu memahami teori secara mendalam sekaligus mengaplikasikannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, organisasi, dan dunia industri.(Elfirarm)
















