psikologi.umsida.ac.id — Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar program bakti sosial bertajuk Psychocare sebagai wujud kepedulian sosial untuk masa depan anak bangsa.
Melalui kegiatan ini, Hima Psikologi Umsida membuka donasi sejak 22 Februari hingga 4 April 2026, lalu menyalurkannya pada Minggu, 5 April 2026 di Panti Asuhan Aisyiyah Celep.
Program ini menjadi ajakan terbuka bagi mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat luas untuk ikut berbagi melalui bantuan material maupun dana.
Psychocare Jadi Wadah Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Psychocare hadir bukan sekadar sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai bentuk aksi nyata kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama.
Mengusung tema “Bakti Sosial Untuk Masa Depan Anak Bangsa”, kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama mereka yang berada di lingkungan panti asuhan.
Melalui poster publikasi yang telah disebarkan, Hima Psikologi Umsida menunjukkan komitmen untuk membangun gerakan berbagi yang sederhana namun berdampak.
Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak di Panti Asuhan Aisyiyah Celep, yang nantinya akan menerima berbagai bentuk bantuan hasil penggalangan donasi.
Pilihan nama Psychocare juga memperlihatkan identitas keilmuan mahasiswa psikologi yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada nilai empati, kepedulian, dan penguatan relasi sosial.
Dalam konteks ini, kegiatan sosial semacam ini menjadi relevan karena menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan ilmu dan sensitivitas sosial ke dalam tindakan yang langsung menyentuh masyarakat.
Bakti sosial seperti ini juga penting karena mempertemukan dua hal yang sering kali berjalan terpisah, yakni semangat organisasi mahasiswa dan kebutuhan sosial di lapangan.
Ketika mahasiswa turun tangan melalui program terarah, dampaknya tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat karakter sosial penyelenggara.
Karena itu, Psychocare dapat dipandang sebagai langkah strategis Hima Psikologi Umsida dalam membangun budaya berbagi yang berkelanjutan.
Donasi Dibuka dalam Bentuk Material dan Dana
Agar partisipasi masyarakat semakin luas, panitia membuka donasi dalam dua bentuk, yaitu bantuan material dan bantuan dana.
Bantuan material yang dapat diberikan meliputi baju layak pakai, mainan, buku, dan sembako.
Jenis bantuan ini dipilih karena dinilai dekat dengan kebutuhan anak-anak panti, baik untuk keperluan harian maupun untuk mendukung kegiatan belajar dan bermain.
Selain bantuan barang, masyarakat juga dapat menyalurkan donasi berupa dana melalui rekening yang telah diumumkan panitia.
Donasi dapat dikirim melalui BSI 7252406039 a.n. Nashiroh Munifah Sajid serta DANA 0895410818748 a.n. Yunita Ainur.
Skema ini memberi kemudahan bagi para donatur yang ingin berkontribusi tetapi tidak dapat menyerahkan bantuan secara langsung.
Masa pembukaan donasi yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 4 April 2026 menunjukkan bahwa panitia memberi waktu cukup panjang agar lebih banyak pihak dapat ikut serta.
Pendekatan ini penting, karena kegiatan sosial akan lebih kuat jika dibangun melalui partisipasi kolektif, bukan hanya bergantung pada segelintir orang.
Panitia juga mencantumkan narahubung untuk memudahkan komunikasi bagi calon donatur.
Informasi yang tertera menunjukkan Bara dapat dihubungi melalui +62 895-7110-37102, sedangkan Friska melalui +62 895-1344-1309.
Kejelasan informasi ini menjadi elemen penting dalam kegiatan penggalangan donasi, karena menunjukkan keterbukaan panitia sekaligus memudahkan koordinasi terkait penyaluran bantuan.
Ajakan Berbagi untuk Masa Depan Anak Bangsa
Psychocare membawa pesan bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Dalam publikasinya, panitia menegaskan semangat berbagi melalui kalimat ajakan untuk menciptakan senyum di yayasan panti asuhan dan melakukan hal kecil dengan cinta besar demi masa depan yang lebih baik.
Pesan ini sederhana, tetapi kuat, karena menekankan bahwa kontribusi sekecil apa pun tetap memiliki nilai ketika dilakukan dengan kepedulian.
Bagi Hima Psikologi Umsida, kegiatan ini juga menjadi cerminan bahwa organisasi mahasiswa dapat berfungsi sebagai penggerak solidaritas sosial.
Di tengah kesibukan akademik, mahasiswa tetap memiliki ruang untuk hadir, menyapa, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Hal semacam ini penting dijaga, sebab kampus tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga tempat menumbuhkan tanggung jawab sosial.
Pelaksanaan penyaluran donasi pada 5 April 2026 di Panti Asuhan Aisyiyah Celep diharapkan menjadi puncak dari gerakan kebaikan yang telah dibangun sejak Februari.
Lebih dari sekadar menyerahkan bantuan, kegiatan ini membawa harapan agar anak-anak panti merasakan perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral dari lingkungan yang lebih luas.
Karena itu, Psychocare layak mendapat perhatian dan dukungan bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang bisa dihadirkan.
Dari baju layak pakai, buku, mainan, sembako, hingga donasi dana, seluruh bentuk bantuan memiliki arti.
Pada akhirnya, kepedulian sosial seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan anak bangsa dengan lebih hangat, manusiawi, dan penuh harapan.
Penulis: Nabila Wulyandini
















