Yudisium Psikologi Umsida 2026, Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Berbagi Inspirasi

Psikologi.umsida.ac.id – Yudisium Gelombang I Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi momen penuh kebahagiaan bagi 104 mahasiswa yang resmi menyelesaikan pendidikan sarjana mereka.

Tidak hanya menjadi penanda akhir perjalanan akademik, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa yang berhasil menunjukkan pencapaian luar biasa selama menempuh studi.

Pada kesempatan tersebut, fakultas memberikan penghargaan kepada 2 lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik serta sepuluh mahasiswa berprestasi yang melalui berbagai kompetisi dan kegiatan akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Dari deretan nama yang mendapatkan penghargaan, Rizka Ardilah dan Faizah Nur Choirina mahasiswa.

Baca Juga: Pelantikan Profesi Bidan Umsida 2026, Lulusan Resmi Siap Terjun ke Dunia Kesehatan

Keduanya hadir dengan kisah berbeda, namun sama-sama menunjukkan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui ketekunan, keberanian, dan semangat untuk terus berkembang.

Rizka Ardilah, Lulusan Terbaik yang Menginspiratif

Rizka Ardilah berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,95. Dalam acara yudisium, ia dipercaya mewakili seluruh lulusan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di Psikologi Umsida.

Dalam sambutannya, Rizka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah mendampingi perjalanan akademiknya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada dosen pembimbing yang selalu memberikan arahan, dukungan, dan kepercayaan selama proses penyelesaian studi.

Namun di balik capaian akademik yang membanggakan tersebut, terdapat perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Rizka mengisahkan bahwa sebelum memulai perkuliahan, ia harus menerima kenyataan kehilangan sosok ibu yang sangat berarti dalam hidupnya.

Tidak berhenti di situ, selama masa kuliah ia juga menghadapi berbagai tantangan keluarga dan harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, serta tanggung jawab sebagai istri dan ibu.

Pada semester akhir, Rizka bahkan tetap menjalani proses akademik ketika sedang mengandung dan sempat mengalami kontraksi dini yang mengharuskannya mendapatkan perawatan medis.

Meski demikian, ia memilih untuk terus melangkah hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.

“Hari ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang kemenangan. Tentang bagaimana kita bertahan, belajar, gagal, mencoba lagi, dan tetap percaya bahwa kita pantas berada di titik ini bersama-sama,” ungkap Rizka di hadapan peserta yudisium.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari perjalanan yang mudah, melainkan dari kemampuan seseorang untuk terus bangkit menghadapi setiap tantangan yang datang.

Rena dan Deretan Prestasi yang Mengharumkan Nama Umsida

Selain penghargaan untuk lulusan terbaik, Prodi Psikologi Umsida juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi. Salah satunya adalah Faizah Nur Choirina atau Rena yang menjadi bagian dari sepuluh mahasiswa berprestasi pada Yudisium Gelombang I tahun 2026.

Selama menjalani perkuliahan, Rena berhasil mengumpulkan empat prestasi bergengsi, terdiri dari dua penghargaan internasional dan dua penghargaan nasional.

Pada ajang internasional yang diselenggarakan di Universiti Malaya, ia berhasil meraih penghargaan Best Presenter serta Harapan III kategori Poster Infografis.

Lihat Juga:  Dymas Satriagung Raih Dua Juara di Kompetisi Internasional Malaysia

Menariknya, dua prestasi tingkat nasional berhasil ia raih saat sedang menjalani program magang. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukan menjadi alasan untuk berhenti berkembang dan mencoba berbagai kesempatan.

Menurut Rena, dukungan dari Program menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keberhasilannya. Ia merasakan adanya pendampingan, motivasi, dan fasilitas yang membantu mahasiswa untuk berani tampil dan berkompetisi.

“Psikologi Umsida mendukung mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Dukungan itu saya rasakan secara langsung, baik secara emosional maupun dalam proses persiapan lomba,” tuturnya.

Rena juga mengaku tidak pernah membayangkan akan berdiri sebagai salah satu mahasiswa berprestasi. Awalnya, ia hanya mencoba mengikuti berbagai kompetisi atas dorongan teman-temannya.

Namun dari keberanian untuk mencoba itulah, berbagai peluang dan pengalaman berharga mulai berdatangan.

Cek Juga: Kolaborasi IMM Ar-Razi dan Happiness Light Hadirkan Kegiatan Edukatif bagi Anak Panti Asuhan

Prestasi dan Perjuangan yang Menjadi Inspirasi Generasi Berikutnya

Kisah Rizka dan Rena memberikan gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu memiliki jalan yang sama.

Rizka menunjukkan bahwa berbagai keterbatasan dan tantangan hidup dapat dilalui dengan keteguhan hati dan semangat pantang menyerah.

Sementara Rena membuktikan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman mampu membuka kesempatan meraih prestasi hingga tingkat internasional.

Melalui Yudisium Gelombang I Psikologi Umsida 2026, keduanya menjadi representasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi diri serta memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

Menutup sambutannya, Rizka mengajak seluruh lulusan untuk terus bertumbuh dan tidak berhenti belajar setelah meninggalkan bangku kuliah.

“Semoga kita semua menjadi manusia yang terus tumbuh, bukan hanya menjadi lebih pintar, tetapi juga menjadi lebih utuh.”

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan tentang membentuk pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, para lulusan Psikologi Umsida diharapkan mampu melanjutkan perjalanan mereka sebagai individu yang siap berkarya, menginspirasi, dan membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.(Elfirarm)