Psikologi.umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 21 menghadirkan program edukatif di SDN Kendalsewu pada Sabtu(18/7/2026).
Kegiatan tersebut menggabungkan dua agenda yang menyasar kemampuan komunikasi dan pembentukan karakter siswa, yakni pelatihan public speaking untuk kelas 5 serta sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 6.
Pelatihan public speaking diikuti oleh 29 siswa kelas 5.
Baca Juga: KKN T 13 Umsida Buat Perangkat Ajar Interaktif untuk Anak Desa Mojoruntut
Akbar El Sapta dan Maya Dwi Kusuma menjadi pemateri yang mengemas pembelajaran secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan berbicara di depan orang lain.
Setelah mendapatkan materi mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum, siswa diberikan sebuah tantangan sederhana.
Mereka diminta maju satu per satu untuk mendeskripsikan gambar yang telah disiapkan oleh pemateri.
Melalui praktik tersebut, siswa dilatih menyampaikan gagasan dengan bahasa yang mudah dipahami, berbicara secara jelas, sekaligus membangun keberanian ketika tampil di hadapan teman-temannya.
Ketua KKN T Umsida Kelompok 21, Muhammad Ali Fikri, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan pendekatan praktik agar siswa dapat merasakan langsung proses belajar public speaking.
“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri siswa sejak dini. Karena menurut kami, kemampuan berbicara di depan umum merupakan bekal penting bagi siswa,” ujarnya.
Siswa Mulai Berani Tampil di Depan Kelas

Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelaksanaan pelatihan. Beberapa siswa sempat menunjukkan rasa malu ketika pertama kali diminta tampil di depan kelas.
Namun, dukungan dari pemateri dan teman-teman membuat mereka perlahan lebih berani untuk mencoba.
Suasana kelas pun menjadi semakin hidup ketika setiap siswa tampil dengan cara penyampaian yang berbeda.
Ada yang mampu menjelaskan gambar dengan lancar, sementara siswa lainnya masih membutuhkan dorongan untuk menyampaikan pendapat.
Bagi mahasiswa KKN, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Keberanian untuk mencoba menjadi hal yang tidak kalah penting dari kemampuan menyampaikan materi secara sempurna.
Setelah sesi kelas 5 selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi anti-bullying bagi 26 siswa kelas 6.
Materi disampaikan oleh Choirul Maulidiya dan Latifa Yuniar dengan membahas pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Kenalkan Bentuk Bullying dan Cara Menyikapinya

Agar materi tidak terasa monoton, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi melalui sejumlah pertanyaan.
Mereka diminta menyebutkan contoh perilaku bullying yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah sekaligus memikirkan cara yang tepat untuk menyikapinya.
Siswa terlihat aktif mengikuti diskusi. Sejumlah peserta mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat berdasarkan pemahaman mereka.
Interaksi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali bahwa perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui perilaku yang membuat teman merasa tidak nyaman atau tidak dihargai.
“Kami ingin adik-adik memahami bahwa setiap teman berhak mendapatkan rasa aman dan dihargai. Jangan menjadi pelaku, jangan diam jika melihat perundungan, dan beranilah saling mengingatkan dalam kebaikan,” ungkap Diya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari edukasi karena pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh siswa, bukan hanya mereka yang menjadi korban maupun pelaku.
Pendidikan Karakter Jadi Bagian dari Program KKN
Ketua KKN T Kelompok 21, Muhammad Ali Fikri, menjelaskan bahwa kedua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga perlu diiringi dengan keterampilan komunikasi dan pembentukan karakter.
“Dengan dua kegiatan tersebut, kami berupaya memberikan edukasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter peserta didik,” terangnya.
Ia menilai keberanian berbicara dan kesadaran untuk mencegah bullying merupakan bekal yang dapat digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pelaksanaan program juga mendapat respons positif dari pihak SDN Kendalsewu.
Cek Juga: KKN P 48 Umsida Edukasi Anti-Bullying Lewat Roleplay di SDN Kemiri 2 Pacet
Wali Kelas 6 SDN Kendalsewu, Nasitul Aysiyah, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam memberikan pengalaman baru kepada siswa.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Anak-anak itu antusias, aktif menjawab pertanyaan, dan berani maju ke depan soalnya mereka itu kadang malu-malu. Terima kasih KKN Umsida, kebermanfaatan ilmunya diterapkan dengan baik,” tuturnya.
Melalui dua program tersebut, KKN T 21 Umsida berupaya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan siswa.
Kemampuan berbicara dan keberanian mencegah bullying diharapkan dapat terus dipraktikkan dalam keseharian sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti ketika program KKN selesai.(Riski)
















